10 Negara Ini Juga Berubah Penulisannya Selain ‘Tailan’

Pentingnya penggunaan nama negara yang tepat dalam komunikasi internasional tidak bisa dipandang sebelah mata. Baru-baru ini, beberapa negara mengalami perubahan ejaan nama guna mencapai standardisasi yang lebih baik dalam konteks resmi.

Perubahan ini bertujuan untuk menciptakan konsistensi dan akurasi dalam penyebutan nama-nama tersebut. Dengan mendaftar ke United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN), Indonesia menegaskan komitmennya dalam menyesuaikan penamaan ini.

Dalam dokumen resmi yang dikeluarkan pada tahun 2025, Indonesia mengungkapkan pentingnya memperbarui dokumen eksonim tersebut. Hal ini dilakukan untuk menghindari inkonsistensi yang sering terjadi dalam ejaan nama negara di berbagai media.

Pentingnya Standarisasi Nama Negara dalam Komunikasi Global

Di era globalisasi ini, nama negara menjadi bagian penting dari identitas suatu bangsa. Oleh karena itu, standarisasi nama negara akan membantu dalam berbagai interaksi internasional.

Dokumen eksonim yang diperbarui diharapkan dapat menyelaraskan nama-nama negara yang digunakan dalam dokumen resmi, seperti korespondensi dan laporan pemerintah. Hal ini sangat relevan dalam dunia diplomasi.

Disamping itu, nama negara yang standar juga penting dalam konteks pendidikan. Buku teks, terutama di sekolah-sekolah, akan lebih mudah dipahami jika menggunakan istilah yang sudah diakui secara resmi.

Makna Eksonim dalam Bahasa dan Geografi

Eksonim adalah istilah yang digunakan untuk menyebut nama geografis di luar area bahasa asli. Penggunaan istilah ini diharapkan dapat mempermudah komunikasi di ranah internasional.

Dalam bahasa Indonesia, eksonim menjadi bentuk penting untuk memahami karakteristik masyarakat di luar negeri. Dengan demikian, pengetahuan tentang eksonim juga mendukung kemampuan komunikasi yang lebih efektif.

Standarisasi eksonim juga berarti mengedukasi masyarakat tentang nama-nama negara dalam konteks yang lebih luas, termasuk budaya dan sejarah. Hal ini penting agar masyarakat dapat memahami dan menghargai keberagaman yang ada.

Daftar Negara yang Mengalami Perubahan Ejaan

Berikut adalah daftar sepuluh negara yang mengalami perubahan ejaan dan penulisan sesuai dengan keputusan terbaru. Perubahan ini diharapkan dapat diadopsi dalam dokumen resmi dan publikasi.

1. Cabo Verde kini ditulis sebagai Tanjung Hijau.

2. Djibouti berubah menjadi Jibuti, yang lebih mudah diucapkan dalam bahasa lokal.

3. Kyrgyzstan menjadi Kirgistan, mencerminkan pengucapan yang lebih akurat.

4. Liechtenstein dikenal dengan ejaan Liktenstin yang lebih ringkas.

5. Paraguay kini ditulis Paraguai, menyesuaikan dengan cara pengucapan aslinya.

6. Slovakia disesuaikan menjadi Slowakia, guna menghindari kebingungan dalam penyebutannya.

7. Slovenia menjadi Slowenia, untuk kejelasan dalam komunikasi.

8. Seychelles kini lebih dikenal dengan nama Seisel, yang lebih sederhana.

9. Sierra Leone berubah menjadi SieraLioni, menciptakan pengucapan yang lebih efisien.

10. Thailand disederhanakan menjadi Tailan, mengikuti pola ejaan yang lebih mudah dipahami.

Related posts